MISI KRISTEN TENTANG OKULTISME DAN SIGNIFIKANSINYA BAGI PEMUDA-PEMUDI KRISTIANI

Penulis

  • Handoko Handoko Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

DOI:

https://doi.org/10.71361/gjtm.v10i2.35

Abstrak

Abad 21 akan terus berjalan tanpa mengenal kata ‘berhenti’ sedikitpun,  dan oleh karena pergeseran ini akan semakin jauh apabila tak mengikutnya, khususnya bagi umat Kristiani di Indonesia yang harus semakin tanggap, serta merespon dengan sigap kebutuhan yang vital untuk memperlengkapi para hamba Tuhan. Khususnya dalam hal-hal yang berhubungan dengan okultisme (kepercayaan kepada kekuatan gaib yang dapat dikuasai manusia atau kajian tentang kekuatan gaib-KBBI),  sebenarnya setiap umat-Nya telah memahami dengan sangat jelas bahwa di Indonesia memiliki banyak suku dan budaya sehingga tak lepas begitu saja, serta beberapa dari wilayah di Nusantara berkaitan erat dengan okultisme, bahkan ironinya mereka menyadari bahwa itu perbuatan ‘dosa’, namun mereka tetap melakukannya oleh karena terkungkung kebudayaannya masing-masing. Demikian pula bagi umat Kristiani yang tersebar di seluruh pelosok di Indonesia, dan dalam hal ini bahwa Misi Kristen harus menambah wawasan dalam berjemaat yang sangat majemuk, sehingga wajar untuk memahami pengetahuan tentang okultisme sangat diperlukan, dan sepatutnya dimiliki setiap gereja yang ada di seluruh pelosok  negeri ini. Sehingga Misi Kristen yang menyangkut okultisme dibutuhkan untuk menambah pemahaman yang lebih dalam, dan tentunya hal ini bersifat dinamis dikarenakan dalam melayani bidang okultisme juga memantau dampak-dampak akibatnya.Meskipun tidak terlalu banyak penjelasan secara terperinci dalam Alkitab, namun prinsip-prinsip dalam menangani untuk pelayanan doa pelepasan para hamba Tuhan menyebutnya dan dipimpin oleh Roh Kudus. Kemudian dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan okultisme ini (pelayanan doa pelepasan) sangat membutuhkan hikmat-Nya dalam mengerjakan pelayanan ini, seperti: urut-urutan, tindakan, pencegahan; bahkan untuk persiapan dalam melayani dan juga yang dilayaninya. Seharusnya memantau bagi mereka yang telah dilayani secara bertahap agar sesudah dilayani bersedia dipantau  (sepakat dengan perjanjian sebelum melayani), serta akan memperoleh hasil yang lebih maksimal. Akhirnya dalam Misi Kristen ini akan membuat orang-orang beriman semakin kuat dan militan serta kesatuan umat Kristiani yang ada di Indonesia makin kokoh. Dalam hal ini terutama bagi generasi muda, dan pasti berdampak positif untuk memperkaya atau memperlengkapi wawasan bagi seluruh gereja yang ada di Indonesia, secara para hamba Tuhan.

Referensi

Alkitab God’s Word, (Yogyakarta: Tim Immanuel Publishing House, 2014), hlm. 71.

Pdt. Prof. Dr. Ir. Bambang Yudho, M.Sc., M.A., Ph.D, How to Overcome Occultism,

(Yogyakarta: Andi Offset, 2006), hlm.6-28.

C.Fred Dickason, Demon Possession and the Christian (Chicago, IL: Moody, 1987), hlm. 191-193, 207-221.

Clifford Wilson, The Occult Explosion (San Diego, CA: Master Books, 1980), hlm. 22.

Eric J. Dingwall & John Langdon Davies, Alam Gaib, (Surabaya: Pustaka Progresif, 1964), hlm.20-22.

Harianto, Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab & Dunia Pendidikan Masa Kini (Yogyakarta:Pustaka referensi, 2012), hlm. 19, 53.

Jaharianson Saragih, Pelayanan Pelepasan dan Dampak Positifnya, (Medan: L-SAPA, 2016), hlm.76-77.

Juanda Raya P, Dasuha, Penelitian dan Pengembangan GKPS, (Pematang Siantar: Kantor Pusat GKPS, 2012), hlm.37-38.

John W. Montgomery, Principalities and Powers (Minneapolis, MN: Bethany, 1973), hlm. 149.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Penerbit Gramedia Pustaka Utama: Jakarta-2011), hlm. 979.

Dr. Kurt Koch, Occult ABC (Jerman Barat: Literature Mission Aglasterhausen, Inc., 1980), hlm. 282, 30.

Dr. Kurt Koch, Between Christ and Satan (Grand Rapids, MI: Kregel, 1962), hlm.49-50, 30.

Dr. Kurt Koch, Occult Bondage and Deliverance (Grand Rapids, MI: Kregel, 1970), hlm. 32.

Dr. Kurt Koch, Christian Counseling and Occultism (Grand Rapids, MI: Kregel, 1972), hlm.184-185, 188.

Peter H. Davids, "Sickness and Suffering in the New Testament," dalam C. Peter Wagner dan F. Douglas Pennoyer (edit.), Wrestling with Dark Angels (Ventura, Calif.: Regal, 1990), pp. 215-37.

Pasaribu, Rudolf .H., Okultisme di Kalangan Masyarakat Batak, (Jakarta: Atalya Rileni Sudeco), 2003.

Pondsius & Susanna Takaliung, Antara Kuasa Gelap dan Kuasa Terang, (Jawa Timur: Depatermen Literatur YPPII, 2004Rassers, W. H., Tentang Tongkat Mistis Batak, Medan: Bina Media Perintis), 2008.

W. H. Rassers, Tentang Tongkat Mistis Batak, ( Medan: Bina Media Perintis, 2008), hlm. 76.

Pustaka yang berupa Prosiding Seminar:

Menurut Daud Tony santet ada 3 Jenis yaitu: (1).Santet tingkat dasar,yaitu santet dengan menggunakan Benda-benda(paku,kaca,jarum dll).

Santet tingkat menengah,yaitu santet yang memakai roh, yang di serang adalah pikiran, jiwa dan perasaan.

(3) Santet tingkat tinggi,yaitu santet yang memakai pustaka, seperti tombak,keris dan pustaka lainnya.

Diterbitkan

2021-03-02

Cara Mengutip

Handoko, H. (2021). MISI KRISTEN TENTANG OKULTISME DAN SIGNIFIKANSINYA BAGI PEMUDA-PEMUDI KRISTIANI. GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI, 10(2), 92–109. https://doi.org/10.71361/gjtm.v10i2.35

Terbitan

Bagian

Articles