STUDI EKSEGESE KELAHIRAN TUHAN YESUS MENURUT MATIUS 2:1-12 DAN SIGNIFIKANSINYA DALAM PEMBINAAN JEMAAT TENTANG PIMPINAN TUHAN DI GEREJA BUKIT ZION SURABAYA

Authors

  • Handoko Handoko Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

DOI:

https://doi.org/10.71361/gjtm.v15i2.158

Keywords:

Yesus Kristus

Abstract

Alkitab berbicara banyak tentang bintang-bintang, dan yang paling mendasar yang harus dipahami mengenai bintang-bintang itu adalah Tuhan yang menciptakan semua itu. Dalam kelahiran Tuhan Yesus ditandai dengan bintang yang dilihat oleh orang-orang Majus. 

Dalam menemukan makna yang sesungguhnya dari Matius 2:1-12, menggunakan seperti: analisis latar belakang penulisan, tata bahasa, membangun teks, teologi, tafsiran, terjemahan akhir, rumusan teologis. Untuk itulah tesis ini akan membahas permasalahannya, dan menganalisa secara eksegese.

Penelitian kualitatif ini dilakukan untuk menemukan makna/tujuan dari bintang dalam kelahiran Yesus pada Matius 2:1-12, dengan eksegesis atau metode penyelidikan Alkitab sesuai dalam buku New Testament Exegesis karya Gordon D. Fee. Untuk itu diperlukan pembuktian bahwa melalui penerapan praktis mampu mengklarifikasi dan meluruskan secara tuntas dalam pembinaan jemaat tentang pimpinan Tuhan.

Penelitian ini akan dilakukan dengan metode kualitatif dan dalam memahami fenomena mengenai apa yang terjadi pada subyek penelitian, dan menggunakan prosedur penelitian yang menghasilkan data yang bersifat deskriptif. Maka untuk itu metode pendekatan yang dipakai di dalam penelitian ini adalah pendekatan secara teologis, kepustakaan dengan wawancara di GJKI Bukit Zion Surabaya.

Hasil penelitian yang diperoleh melalui eksegese variabel X adalah: (1) Allah bekerja memakai umat-Nya melalui kemampuan pengetahuan yang dimilikinya (Indikator X1). (2) Allah berkuasa menggunakan alam ciptaan-Nya untuk menjadi petunjuk dalam menyatakan kehendak-Nya (Indikator X2). (3) Allah berkuasa menggunakan alam ciptaan-Nya menjadi petunjuk pimpinan-Nya (Indikator X3). (4) Allah menyatakan pimpinan-Nya dengan cara yang mudah dimengerti oleh umat-Nya (Indikator X4). (5) Umat harus menyembah Allah, bukan menyembah alam ciptaan Allah yang dipakai-Nya sebagai alat-Nya (Indikator X5). Temuan yang diperoleh dari penggalian variabel Y adalah: (1) Tuhan memimpin umat-Nya berjalan menuju kehendak-Nya (Y1). (2) Pimpinan Tuhan dilakukan untuk membawa umat datang kepada-Nya (Y2). (3) Pimpinan Tuhan merupakan wujud providensia (pemeliharaan) Tuhan kepada umat-Nya (Y3). (4) Tuhan dapat menggunakan media apapun sebagai petunjuk pimpinan-Nya (Y4).

            Signifikansinya dari studi eksegese kelahiran Tuhan Yesus menurut Matius 2:1-12 dalam pembinaan jemaat tentang pimpinan Tuhan yang dapat memahami dengan jelas bahwa (1) Allah dapat melakukan mujizat melalui alam ciptaan-Nya, dan manusia tidak boleh menyembah alam ciptaan-Nya itu. (2) Pimpinan Allah kepada umat merupakan wujud tindakan Allah memelihara umat-Nya. (3) Ketika Allah melakukan mujizat, umat harus fokus kepada Allah, meskipun masih ada di antara umat yang fokus pada sisi manusianya.

References

A Christmas Star for SOHO, NASA, archived from the original on December 24, 2004, retrieved 2008-07-04

Markus Bockmuehl, This Jesus (Continuum International, 2004), page 28; Vermes, Géza (2006-11-02), The Nativity: History and Legend, Penguin Books Ltd, p. 22, ISBN 0-14-102446-1

Jenkins, R.M. (June 2004). "The Star of Bethlehem and the Comet of AD 66" (PDF). Journal of the British Astronomy Association (114). pp. 336–43. Retrieved 2016-12-23

Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta,2019), Cetakan I, ISBN : 978-602-289-533-6.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Handoko, H. (2025). STUDI EKSEGESE KELAHIRAN TUHAN YESUS MENURUT MATIUS 2:1-12 DAN SIGNIFIKANSINYA DALAM PEMBINAAN JEMAAT TENTANG PIMPINAN TUHAN DI GEREJA BUKIT ZION SURABAYA. GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI, 15(2), 298–315. https://doi.org/10.71361/gjtm.v15i2.158