Pengaruh Menyanyikan Lagu Rohani Terhadap Spiritualitas Mahasiswa Teologi di STTIAA Mojokerto

Authors

  • Figo Eden Harpael Trianto Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

DOI:

https://doi.org/10.71361/gjtm.v14i2.117

Abstract

Sebuah lagu diciptakan memiliki tujuan dan pesan tertentu yang hendak disampaikan penciptanya. Lagu rohani berfokus kepada tujuan untuk memuliakan Allah melalui nyanyian pujian. Lagu rohani sendiri bukan saja sebagai pujian yang dapat dinyanyikan, lebih dari itu sebuah lagu juga memiliki kekuatan untuk memengaruhi seseorang.

Di sisi lain, spiritualitas seringkali dihubungkan dengan konteks kerohanian di mana melalui spiritualitas seseorang bukan saja mampu hidup berhubungan dengan Tuhan, tetapi juga mengaplikasikannya dalam tindakan keseharian. Sehingga berdasarkan teori-teori tentang lagu rohani dan spiritualitas mahasiswa yang telah disebutkan di atas, hipotesa yang muncul adalah menyanyikan lagu rohani berpengaruh untuk meningkatkan spiritualitas mahasiswa teologi. Semakin tinggi minat menyanyikan lagu rohani, hal tersebut akan meningkatkan spiritualitas seseorang.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh lagu rohani terhadap  pertumbuhan spiritualitas, khususnya bagi mahasiswa teologi. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif  dan pendekatan survei sebagai langkah untuk mencapai hasil yang diharapkan.

References

Baylor University. 2014. “Listening to Religious Music Improves Mental Health. ScienceDaily.” 2014. https://www.sciencedaily.com/releases/2014/11/141104083101.htm.

California, University of. 2019. “The Effect of Religious Music on Spiritual Well-Being: A Randomized Controlled Trial among Older Adults with Depression.” Journal of Religion and Health 58.

Cheslyn J., Geoffrey Wainright, dan Edward Y. 1978. The Study of Liturgy. New York: Oxford University Press.

Don Campbell. 2001. Efek Mozart. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

F.P. Viljoen. 2001. “Song and Music in the Pauline Epistles : Paul’s Utilisation of Jewish, Roman and Greek Musical Traditions to Encourage the Early Christian Communities to Praise God : Research Article.” African Journal 35. https://journals.co.za/doi/abs/10.10520/EJC107890?utm_source=TrendMD&utm_medium=cpc&utm_campaign=In_die_Skriflig_TrendMD_0.

J. Ichwan. 2004. “Studi Singkat Tentang Lagu-Lagu Himne.” In . Semarang: GKI Peterongan.

Koenig, H. G. 2010. Spirituality and Health Research: Methods, Measurements, Statistics, and Resources. West Conshohocken: Templeton Foundation Press.

Mawene. 2004. Gereja Yang Bernyanyi. Yogyakarta: Andi Offset.

Montgomery, D. C. 2012. “Intoduction to Linear Regression Analysis.” Wiley.

Ruth Lidya Panggabean. 2017. “Bolehkah Orang Kristen Mendengar Musik Sekuler.” 2017. https://www.warungsatekamu.org/2017/06/bolehkah-orang-kristen-mendengar-musik-sekuler/.

Sukardi, Ph. D. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Sumanto. 1995. Metodologi Penelitian Dan Pendidikan. Jakarta: Departemen Agama RI, Dirjen Bimas Kristen.

T. W. Hunt. 1987. Music in Missions: Dicipling Through Music. Nashville: Broadman Press.

Wiratna Sujarweni, V. 2014. SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Yonatan Sumarto. 2018. “Tinjauan Teologi Atas Fenomena Musik Kristen Kontemporer Dari Perspektif Alkitab.” FORTE 1.

Downloads

Published

2023-12-30

How to Cite

Trianto, F. E. H. (2023). Pengaruh Menyanyikan Lagu Rohani Terhadap Spiritualitas Mahasiswa Teologi di STTIAA Mojokerto. GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI, 14(2), 73–83. https://doi.org/10.71361/gjtm.v14i2.117